Cara Penulisan Daftar Pustaka Tanpa Penulis

daftar pustaka tanpa penulis

Daftar Pustaka tanpa penulis dalam sebuah karya ilmiah diperbolehkan? Sebuah pertanyaan klasik yang sering ditanyakan. Kita tahu bahwa daftar Pustaka adalah bagian akhir bab yang terlihat sepele namun sangat penting. Apalagi jika konteksnya untuk penulisan karya ilmiah, skripsi ataupun untuk jurnal. 

Sebuah karya ilmiah tanpa adanya daftar Pustaka, maka semua kerja keras dan penelitian kita akan dipertanyakan objektivitasnya. Ini menunjukan bahwasanya daftar Pustaka sangatlah vital dalam karya tulis ilmiah. Sementara, selama proses di lapangan, seringkali kita dihadapkan pada sumber referensi yang tidak ditemukan siapa penulisnya. 

Menemui kasus seperti itu, apa yang seharusnya dilakukan? Bagaimana cara menuliskannya? Dan bagaimana cara penulisan daftar Pustakanya? Semuanya akan kita ulas di sini. Jadi baca artikel ini sampai selesai ya. 

Sumber Tanpa Penulis, Boleh atau Tidak? 

Sumber tanpa penulis acap kali kita temui. Pertanyaannya adalah, apakah boleh jika sumbernya tidak ada penulisnya? Jawabannya boleh. Selama ada data-data lain seperti judul, penerbit/publisher dan tahun, maka data tersebut tetap bisa dicantumkan di dalam Pustaka. 

Umumnya daftar Pustaka yang seringkali tidak ada nama nya adalah sumber referensi yang diperoleh secara digital. Misalnya data dari internet, ataupun dari hasil penelitian yang diupload di internet yang hanya mencantumkan Sebagian hasil laporan.

Hanya saja terkait penulisan daftar Pustaka yang baik memang yang lebih lengkap. Akan lebih afdol jika memenuhi unsur penulisan daftar Pustaka yang terstandar (nama penulis, tahun, judul, penerbit/yang mempublikasikan dan lokasi). 

Daftar Tulisan yang Tidak Mencantumkan Nama Penulis/Pengarang 

Lalu bagaimana cara penulisan di daftar Pustaka, untuk referensi yang tidak memiliki nama penulis? Barangkali Anda salah satu yang sempat kebingungan bagaimana cara menuliskannya bukan? Berikut adalah contoh penulisannya.

“The Sky is Blue.” ObviousObservations.com. Captain Obvious Inc., 1 Sep. 2012. Web. 3 Sep. 2023.

Dari contoh di atas adalah contoh penulisan sumber tanpa penulis yang diambil dari internet. Dimana untuk format penulisannya adalah judul halaman, judul situs lembaga, tanggal publikasi, baru tanggal akses. Akan beda cerita jika sumber referensi tersebut ditulis oleh organisasi tertentu, maka format di daftar pustaka adalah mencantumkan nama organisasinya, judul halaman, judul situs, organisasi pendukung, tanggal rilis dan data akses. Berikut adalah contohnya.

Associated Press. “The Sky is Blue.” ObviousObservations.com. Captain Obvious Inc., 1 Sep. 2023. Web. 3 Sep. 2023.

Sampai di sini sudah ada gambaran bukan? Ada satu hal yang tidak banyak dipahami oleh mahasiswa yang baru pertama kali membuat karya tulis ilmiah seperti skripsi ataupun jurnal. Yaitu terkait penulisan daftar pustaka ada beberapa format. Itu sebabnya Ketika kamu melihat daftar Pustaka dari penelitian Teknik dengan hasil penelitian sosial format penulisan daftar pustakanya akan sedikit berbeda. Nah, untuk mengetahui macam-macam format penulisan daftar pustaka akan kit aulas di bawah.

Penulisan Daftar Pustaka Tanpa Penulis 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Bahwasanya penulisan daftar Pustaka memiliki format yang beragam. Dari banyaknya format yang ada, maka format yang paling sering digunakan adalah format APA, MLA dan Chicago. Berikut adalah contoh penulisan daftar pustaka tanpa penulis.

1. APA

Format penulisan daftar pustaka APA akronim dari American Psychological Association. Adapun format penulisan APA yaitu, nama belakang, nama depan. (Tahun). Judul. Nama Jurnal, Volume (nomor), halaman. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh penulisan daftar pustaka gaya apa.

Cahyawati, P. N. (2020). Efek Analgetik dan Antiinflamasi Kaempferia Galanga (Kencur). WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 1 (1), 15-19

Bashir, S. 2014. Teacher as A Role Model and Its Impact on the Life of Female Students. International Journal of Research – Granthaalayah. [Shakila et al.*, Vol.1(Iss.1):August,2014] ISSN- 2350- 0530.

Edsand, DIA & Broich, T. 2020. Dampak Pendidikan Lingkungan Terhadap Kesadaran Lingkungan Dan Teknologi Energi Terbarukan: Bukti Empiris Dari Kolombia. Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika , 18: 611–634. https://doi.org/10.1007/s10763-019-09988-x.

Indawati, P. 2015. Peran Guru dalam Menanamkan Sikap Kepedulian Siswa terhadap Lingkungan Hidup pada Pembelajaran IPS Di SMP Negeri 7 Kuningan Kabupaten Kuningan. Doctoral Dissertation, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Lalu bagaimana jika tidak ada nama penulisnya? Maka untuk penulisan daftar pustaka tidak perlu menuliskan nama. Tetapi bisa diganti mencantumkan organisasi. Jika nama organisasi tidak ada, maka bisa langsung menuliskan judul halaman, tanggal terbit, judul situs. Apabila anda mengambil dari portal website atau online, maka di belakangnya bisa ditambahi dengan tanggal akses (dari alamat web). Sementara jika dari sebuah buku, atau semacamnya bisa dilihat seperti contoh berikut. 

KLH & Kemendikbud. (2012). Panduan Adiwiyata: Sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup & Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

2. Chicago 

FOrmat chicago atau familiar dengan singkatan CMS yang memiliki pemandangan Chicago Manual of Style). Adapun format dari penulisan dari CMS yaitu Nama depan diikuti nama belakang.Judul”. Nama Jurnal volume, nomor (tahun): Halaman. Berikut adalah contoh penulisan dari format Chicago yang versi lengkap ada penulisnya. 

Nithithep Narang dan Wannee Jiraungkoorskul. “Anticancer Activity of Key Lime, Citrus aurantifolia.” Pharmacognosy Reviews 10 No. 20: 118–122.

Sementara untuk penulisan daftar Pustaka tanpa penulis dengan format Chicago, yang dirujuk dari website atau file online, maka dapat menggunakan format nama pemilik situs, judul halaman, judul situs, tanggal akses. Untuk melihat contoh penulisannya, dapat dilihat sebagai berikut. 

Obvious Network. “The Sky is Blue.” ObviousObservations.com. ww.obviousobservations.com/JohnSmith (Diakses September 3, 2023)

3. MLA

Selain gaya chicago dan apa, ada satu format yang sering digunakan yaitu gaya MLA. MLA kepanjangan dari Modern Language Association. Untuk format penulisan MLA meliputi nama belakang, nama depan. “judul”. Nama Jurnal Volume. Nomor (tahun): Halaman. Nah, untuk lebih lengkapnya, berikut adalah contoh penulisan daftar pustaka yang dirujuk pada sebuah jurnal, yang ada penulisnya.

Matarrita-Cascante, David. “Beyond Growth: Reaching Tourism-Led Development.” Annals of Tourism Research 37.4 (2010): 1141-63.

Adapun jika sumber referensi tersebut ditulis oleh organisasi/Lembaga atau instansi. Lalu bagaimana penulisan MLA jika tidak ada penulisnya? Berikut adalah contoh 

Kemdikbud. “Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Gerakan Literasi Nasional Materi Pendukung Literasi Baca Tulis”. Jakarta: Tim Gerakan Literasi Nasional.2017.

Dari penulisan daftar Pustaka di atas, maka selain teknis format style, maka penulisan daftar Pustaka juga perlu memperhatikan teknis penulisannya yang mana baris kedua pada daftar Pustaka ditulis menjorok ke dalam. Perhatikan pula spasinya, biasanya lebih rapat dibandingkan dengan teks tulisan.

Itulah beberapa ulasan seputar daftar pustaka tanpa penulis. Bagaimana? Ternyata cukup bervariatif bukan untuk penulisan daftar Pustaka? Sampai disini, semoga bisa memberikan jawaban kenapa format penulisan daftar Pustaka bisa berbeda. Itu karena style yang digunakan. Semoga sedikit ulasan ini bermanfaat.  (Irukawa Elisa)

Baca Juga:

1 tanggapan pada “Cara Penulisan Daftar Pustaka Tanpa Penulis”

  1. Pingback: Penulisan et al Di Referensi Karya Ilmiah

Tinggalkan Balasan