kriteria buku ajar

Bagaimana Kriteria Buku Ajar yang Baik?

Bagaimana kriteria buku ajar yang baik? Terkadang sebagai dosen yang menulis buku ajar, menentukan kriteria buku ajar yang baik tidak semudah membalikkan tangan. Dibutuhkan pemahaman dan referensi yang cukup untuk menyusun sebuah buku ajar.

Apalagi buku ajar memiliki fungsi sebagai pedoman manual bagi siswa dalam belajar dan bagi guru dalam membelajarkan siswa untuk bidang studi atau mata pelajaran tertentu. Dipandang dari segi proses pembelajaran, buku ajar mempunyai peran penting dalam membantu terlaksana dengan baiknya suatu pembelajaran.

Dalam menentukan kriteria buku ajar yang baik pun tidak sembarangan. Kriteria pengembangan buku ajar harus sesuai dengan bahan ajar yang berpacu pada tuntutan kurikulum, artinya bahan ajar yang dikembangkan harus sesuai dengan Kurikulum yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan baik standar isi, standar proses dan standar kompetensi lulusan. Kemudian karakteristik sasaran disesuaikan dengan lingkungan, kemampuan, minat, dan latar belakang siswa.

Bagaimana Kriteria Buku Ajar yang Baik?

Sebagai penulis buku ajar, Anda dituntut harus memahami materi yang sedang Anda tulis. Dan tak lupa untuk menjaga kualitas dari buku ajar tersebut. Tapi sebenarnya apa sih kriteria buku ajar yang baik untuk mahasiswa?

1. Format Tulisan Sesuai Aturan

Kriteria buku ajar yang baik dapat dilihat dari format tulisannya. Berdasarkan ketentuan UNESCO format buku ajar yang baik yaitu maksimal kertas A4 (21 cm x 29,7 cm) dan minimal ukuran A5 (14.8 cm x 21 cm) menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Jumlah halaman minimal buku ajar adalah 49 halaman. Buku ajar yang baik adalah yang memiliki ISBN  (international Standard Book Number) sekaligus dengan penggunaan gaya bahasa semi normal.

Penggunaan gaya bahasa semi normal yang dimaksud adalah pilihan kata yang tidak terlalu formal karena buku ajar digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Gaya bahasa semi normal akan lebih mudah diterima peserta didik karena bisa menggunakan bahasa lisan seperti mengajar di kelas, namun tetap mudah dipahami pembaca dengan struktur kalimat SPOK (subjek, predikat, objek, keterangan).

2. Struktur Isi Buku Ajar

Kriteria buku ajar yang baik juga harus terstruktur. Struktur isi sebuah buku ajar sebaiknya tersusun secara runtut dan rapi sesuai dengan GBPP (Garis Besar Program Pembelajaran) atau biasa disebut silabus. Karena satu mata kuliah diajarkan dalam satu semester maka buku ajar diharapkan bisa dipakai hanya dalam satu semester saja.

Dalam satu bab disampaikan dalam satu sampai dua pertemuan kuliah, sehingga rata-rata sebuah buku ajar memiliki 6 sampai 12 bab tergantung dari kompleksitas materi yang diajarkan.

Di samping itu, kriteria buku ajar yang baik juga perlu memuat sub bab yang ada pembahasan soal-soal. Soal-soal ini nantinya dapat dikerjakan oleh mahasiswa sebagai tugas mingguan atau sebagai ajang latihan dan belajar di kelas.

3. Teknis Penulisan

Kriteria buku ajar yang baik juga dapat ditinjau dari teknis penulisan buku ajar tersebut. Pada dasarnya ada tiga teknis penulisan buku ajar yang kerap dilakukan oleh dosen. Teknis penulisan pertama adalah dosen menulis sendiri. Proses penulisan dengan cara ini dapat dimulai dengan pengumpulan terhadap informasi-informasi, memahaminya, kemudian melakukan kontemplasi dan kolaborasi pengertian-pengertian, kemudian menuangkannya ke dalam bentuk tulisan dengan gaya bahasa dosen itu sendiri.

Teknik kedua adalah pengemasan kembali informasi. Teknik ini paling banyak digunakan oleh dosen sebab mereka tidak perlu menulis dari awal.  Akan tetapi mereka melakukan pengemasan kembali informasi yang ada dengan kemasan baru dan melakukan penyuntingan terhadap buku-buku yang dipakai sebagai acuan.

Teknik ketiga adalah penataan informasi yaitu dengan melakukan kompilasi dari beberapa tulisan, buku, artikel, jurnal ilmiah atau bahkan majalah dengan tema tertentu yang sesuai dengan materi yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Teknik ini dikenal dengan cara penataan informasi (compilation or wrap around text) atau proses pengembangan bahan ajar melalui penataan informasi (kompilasi).

Baca juga : Cara Cepat Menulis Buku Ajar, Perhatikan Tipsnya Berikut

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.