buku

« Back to Glossary Index

Definisi Buku 

Dilansir dari KBBI Online, buku memiliki definisi sebagai lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong. Jadi, dari KBBI ini bisa dipahami bahwa buku sejatinya adalah lembaran kertas yang disatukan dan kemudian dikenal dengan istilah dijilid. 

Buku ini bisa berisi puluhan halaman seperti LKS untuk siswa jenjang SD, SMP, sampai SMA. Kemudian bisa sampai ratusan lembar seperti pada novel yang umum dibaca oleh masyarakat dari segala usia. Demikian juga pada buku-buku pendidikan. 

KBBI juga menjelaskan, buku tidak harus memiliki tulisan. Selama ada sekumpulan kertas yang dijilid meskipun kosong maka sudah bisa disebut sebagai buku. Misalnya, buku gambar, buku sketsa, buku tulis, buku petak, dan lain sebagainya yang sengaja dibuat kosong. 

Definisi sebuah buku kemudian juga dijelaskan oleh sejumlah ahli, dan berikut adalah beberapa diantaranya: 

1. Sitepu 

Pendapat yang pertama disampaikan oleh Sitepu (2012: 8), buku adalah kumpulan kertas berisi informasi, tercetak, disusun secara sistematis, dijilid, serta bagian luarnya diberi pelindung terbuat dari kertas tebal, karton, atau bahan lain dengan karakter sejenis. 

2. Kurniasih

Pendapat yang kedua disampaikan oleh Kurniasih yang mendefinisikan kata buku. Menurutnya, buku adalah buah pikiran yang berisi ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum secara tertulis. 

Kurniasih menjelaskan bahwa buku merupakan buah pikiran, dan lebih mengarah pada pengertian buku ilmiah. Baik itu buku pelajaran seperti buku teks, buku ajar, modul, dan sejenisnya. Sehingga berisi ilmu pengetahuan yang ditulis mengikuti kurikulum pendidikan. 

3. H.G. Andriese

Sedangkan menurut H.G Andriese, buku adalah informasi tercetak di atas kertas yang dijilid menjadi satu kesatuan. Sehingga segala bentuk informasi yang disampaikan secara tertulis dan kemudian dijilid disebut sebagai buku

4. Unesco 

Terakhir adalah definisi buku yang dipaparkan oleh Unesco di tahun 1964. Dijelaskan bahwa buku adalah publikasi tercetak, bukan berkala, yang sedikitnya memiliki 48 halaman.

Oleh Unesco kemudian diberi tambahan mengenai batas minimal jumlah halaman. Jilid dari sejumlah kertas baru bisa disebut buku jika minimal terdiri dari 48 lembar kertas atau 48 halaman. Jika kurang, maka belum bisa dianggap sebagai buku

« Back to Glossary Index