Penulisan Footnote Op. Cit. dan 3 Prinsipnya

Penulisan Footnote Op. Cit.

Sedang  mengerjakan tugas laporan ilmiah? Atau sedang menulis skripsi? Saat menulis karya ilmiah, Anda dituntut menguasai teknik penulisan. Salah satunya teknik penulisan footnote. Tentu saja penulisan footnote untuk karya ilmiah dan penelitian lebih ketat dan tidak boleh ditulis sembarangan. 

Ada beberapa aturan dan standar penulisan footnote. Berbicara tentang footnote, sebenarnya ada beberapa hal yang sering ditemukan yaitu footnote yang familiar kita temukan adalah Op.Cit. Loc.cit dan ibid.

Oleh karena itu, untuk menjawab rasa pertanyaan umum tentang footnote, pada artikel kali ini akan mencoba menjawab. Jadi, baca sampai selesai ya.

Mengenal Apa Itu op.cit. 

Sering mendengar istilah op.cit? Op.cit kepanjangan dari opera citato yang berperan untuk menjelaskan kutipan yang sedang ditulis di catatan tambahan. Istilah op.cit ini mungkin lebih familiar Anda kenal dengan footnote. Asal dari op.cit itu sendiri didasarkan pada halaman yang berbeda, namun masih dalam satu referensi yang sama.

Menurut keraf (2004) catatan op.cit adalah catatan kaki atau keterangan atas teks/naskah tulisan yang diletakan di kaki halaman, dimana catatan atau keterangan yang dituliskan masih ada hubungan atau sangkut pautnya.

Kapan Op.Cit Digunakan?

Op.cit atau catatan kaki lebih banyak Anda temukan di karya-karya ilmiah, tesis, skripsi ataupun dalam penulisan jurnal. Padahal penggunaan catatan kaki tidak hanya digunakan untuk karya ilmiah ataupun karya tulis saja. Tetapi juga dapat digunakan untuk penulisan di buku-buku, seperti buku novel atau cerpen ataupun buku-buku nonfiksi lainnya. 

Op.cit lebih sering digunakan untuk memudahkan pembaca dan penulis untuk memahami konteks yang sedang diangkat. Terkait penulisan op.cit tidak bisa sembarangan dituliskan. Umumnya op.cit digunakan dalam catatan pengacuan, penjelasan, dan rujukan. Untuk peletakan op.cit lebih sering diletakan di dasar halaman teks tercetak.

Tujuan Penulisan Op.Cit

Tidak banyak yang tahu dan menyadari tujuan dari op.cit ini, diantaranya sebagai pembuktian, apresiasi ataupun hanya sekadar menyampaikan keterangan tambahan. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tujuan Op.Cit

1. Pembuktian 

Umumnya, penulis lebih senang menggunakan op.cit atau footnote dengan tujuan untuk menunjukan tempat atau sumber yang jelas, yang mana kata atau kalimat yang diberi tanda footnote berasal dari sumber yang berkredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. 

2. Memberi Apresiasi

Selain sebagai pembuktian, footnote atau op.cit ditulis sebagai bentuk apresiasi, memberi penghargaan kepada penulis. Bisa juga sebagai bentuk rasa terimakasih kutipan yang ditulis mendukung proses penulisan kita. 

3. Tambahan Keterangan 

Seringkali saat kita menuliskan, ada beberapa hal yang ingin kita sampaikan. Agar tulisan tersebut tidak merusak maksud dan susunan kalimat anda. Maka anda bisa menambahkan keterangan secara terpisah, namun tetap menyatu, tanpa harus merusak susunan kalimat. Untuk tambahan keterangan yang ditulis di footnote ini beragam. Ada yang menuliskan sumber referensi, ada yang berisi penjelasan singkat dan penting. Ada pula yang berisi komentar. 

4. Merujuk Bagian Lain Dalam Tulisan 

Seringkali saat menulis, ada singkatan-singkatan tertentu, adau bahasa daerah tertentu atau merujuk bagian lain dalam tulisan. sehingga dibutuhkan penjelasan lebih agar pembaca bisa memahami maksudnya.

Prinsip Penulisan Op.cit

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jika penulisan op.cit tidak sembarangan di tulis. Ada aturan dalam penulisan catatan kaki ini. Penasaran? Berikut beberapa prinsip penulisan op.cit

1. Menggunakan nomor urut

Jika Anda menulis sebanyak puluhan lembar. Maka pastikan penulisan op.cit diberi nomor. penomoran ini berfungsi sebagai penunjukkan yang sama dalam teks maupun dalam catatan kaki.

2. Ditulis 1/2 spasi ke atas 

Prinsip kedua perhatikan spasi. Penulisan op.cit ditulis menggunakan 1/2 spasi ke atas. Untuk ukurannya juga lebih kecil dibandingkan huruf lainnya. 

3. Margin op.cit

Masalah margin juga perlu diperhatikan. Jika lebih dari 1 baris, maka footnote dijelaskan di tepi margin, tanpa mengikuti penjorokan baris pertama. 

Dari beberapa prinsip di atas jika buat secara manual. Namun di era digitalisasi seperti sekarang, maka catatan kaki bisa dibuat secara otomatis dengan menekan “references” dan Anda bisa pilih Ïnset footnote”. Anda cukup mengisi footnote yang hendak ditulis dan disampaikan. 

Perbedaan penggunaan Op.Cit., Ibid dan Loc.Cit.

Selain familiar mendengar op.cit, mungkin anda familiar mendengar loc.cit? Sebenarnya keduanya dua hal yang sama, namun keduanya juga memiliki perbedaannya. Selain loc.cit juga ada satu lagi yang familiar kita temukan, yaitu istilah Ibid. Penasaran bukan, apakah perbedaan antara op.cit, ibid dan loc.cit? Untuk menemukan jawabannya, dapat dilihat sebagai berikut.

1. Ibid

Pada dasarnya ibid ini juga masih masih footnote. Hanya saja istilah ibid ini memiliki ciri khas dan perbedaannya. Kata Ibid diambil dari kata Ibidem yang memiliki makna”tempat yang sama”. Artinya suatu sumber referensi yang baru dikutip, kemudian akan dikutip lagi (masih ditempat yang sama), maka cukup ditulis dengan ibid. Jika referensi sudah diselingi beberapa sumber referensi dan sudah tidak dihalaman yang sama, maka bisa menggunakan loc.cit.

2. Op.cit 

Jika sebelumnya sudah kita ketahui ibid itu seperti apa. Sedikit berbeda dengan op.cit. Jadi penulisan footnote yang mana sumber referensinya dalam satu lembar sudah diselingi dengan sumber referensi lain, maka penulisannya menggunakan op.cit. Hal ini juga berlaku apabila dijelaskan dengan menuliskan penulisnya, namun berbeda halaman.

3. Loc.cit

Sementara yang dimaksud dengan loc.cit adalah catatan kaki yang mana sumber referensi masih ada di halaman yang sama namun sudah diselingi dengan sumber referensi yang lain.

Sampai disini, semoga perbedaanantara penggunaan op.cit.ibid dan loc.cit sudah menjawab kebingungan.  

Contoh Penulisan Op.Cit. pada Footnote

Setelah mengetahui pengertian singkat, tujuan, prinsip dan perbedaan footnote, rasanya kurang lengkap jika tidak disertai contohnya. Berikut adalah contoh yang semoga sedikit memberikan gambaran. 

Sumber gambar : http://repository.iainpalu.ac.id/id/eprint/898/1/UNGGUL%20PERMANA%20PUTRA.pdf

Dari contoh di atas, termasuk dalam contoh Op.cit karena sudah disebutkan di lembar sebelumnya. Adapun penulisan op.cit seperti berikut

13Soerjono Soekanto, op. cit., 88.

Itulah beberapa ulasan seputar footnote op.cit semoga sedikit pembahasan di atas cukup menjawab rasa pertanyaan, sehingga tidak lagi bingung membedakan diantara ketiganya dan tidak lagi bingung cara menuliskannya. (Irukawa Elisa)

Menuliskan daftar pustaka terkadang memakan waktu. Oleh karena itu, gunakan tools otomatis agar waktu Anda efisien. Berikut diantaranya

3 tanggapan pada “Penulisan Footnote Op. Cit. dan 3 Prinsipnya”

  1. Pingback: Format Footnote dari Website, Ikuti Contoh Di Sini

  2. Pingback: Cara Menulis Footnote Ibid dan Aturan Penulisannya

  3. Pingback: Format Footnote Chicago Style dan Contoh

Tinggalkan Balasan